Pemda Dukung Penuh Operasional Penanganan Karhutla

Selasa, 20 Januari 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersiaga penuh menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah anomali iklim yang kian tak menentu. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menjadi Pembina Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (20/1/2026). Apel digelar sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan sejak 14 Januari 2026. 

Apel diikuti unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan sejumlah elemen terkait lainnya. Bupati Sujiwo menegaskan apel kesiapsiagaan bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bagi seluruh elemen termasuk masyarakat, bahwa anomali iklim kini semakin sering terjadi. Ia menyebut Kabupaten Kubu Raya memiliki tiga potensi bencana utama yang harus diantisipasi secara serius, yakni karhutla, banjir, dan puting beliung.

“Karhutla ini menjadi atensi utama. Cuaca kemarau tidak perlu menunggu lama, seminggu saja sudah bisa muncul hotspot dan titik-titik api,” ujar Sujiwo.

Karhutla, terang Sujiwo, memiliki dampak serius karena berkaitan langsung dengan keberadaan objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Kabut asap yang pekat dapat mengganggu jarak pandang penerbangan, baik pesawat komersial maupun militer, dan berimplikasi serius terhadap pergerakan ekonomi daerah.

"Dampak kabut asap juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan. Sekolah terpaksa diliburkan dan penyakit seperti ISPA kerap meningkat saat kualitas udara memburuk," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini aktif dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia juga menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung operasional di lapangan.

“Saya tegaskan, tidak boleh ada petugas yang telantar saat bertugas. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap makan, minum, BBM, dan kebutuhan lainnya. Bahkan saya secara pribadi siap mem-back up,” tegasnya.

Ia meminta Kepala BPBD Kabupaten untuk mengoordinasikan seluruh dukungan dan memastikan gerakan penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, MPA, camat, hingga kepala desa.

"Dengan kolaborasi yang solid dan kesiapsiagaan sejak dini, potensi karhutla di Kabupaten Kubu Raya dapat dikendalikan. Kalau kita bergerak bersama, insyaallah kebakaran hutan dan lahan lebih mudah kita jinakkan dan kita antisipasi,” ucapnya

Selain karhutla, Sujiwo juga menyinggung potensi bencana banjir yang menjadi ancaman saat curah hujan tinggi, terutama di wilayah dataran rendah. Namun demikian, upaya normalisasi drainase yang dilakukan secara masif dalam setahun terakhir terbukti mampu menekan risiko banjir, kecuali banjir rob yang dipengaruhi kenaikan permukaan air laut. (jek)