Pemkab Kubu Raya Tingkatkan Dukungan bagi Relawan Pemadam

Jumat, 06 Maret 2026 | Kubu Raya

Kubu Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan perhatian kepada para relawan dan patriot pemadam kebakaran yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Hal itu disampaikan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, saat memimpin Apel Siaga Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat, 6 Maret 2026.

Apel siaga tersebut diikuti oleh unsur Damkar pemerintah, damkar swasta, relawan pemadam kebakaran, serta personel TNI dan Polri.

Dalam kegiatan itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, didampingi Wakil Bupati Sukiryanto. Sujiwo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan dan petugas pemadam kebakaran yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, para relawan kerap berjibaku dengan api, asap, dan debu demi melindungi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para patriot dan relawan pemadam kebakaran yang selama ini terus berjibaku memadamkan api, berhadapan langsung dengan asap, debu, dan panasnya kebakaran,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan Kabupaten Kubu Raya memiliki tantangan besar dalam penanggulangan karhutla karena wilayahnya didominasi lahan gambut. Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran cukup tinggi, terlebih saat musim kemarau dengan suhu yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Sebagian besar wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut sehingga potensi kebakaran cukup tinggi. Karena itu kita harus menyiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesiapsiagaan personel maupun peralatan,” tuturnya.

Selain itu, kata Sujiwo, posisi Kubu Raya yang menjadi daerah penyangga ibu kota provinsi serta memiliki sejumlah objek vital seperti bandara, rumah sakit, dan berbagai perkantoran penting membuat kewaspadaan terhadap karhutla harus terus diperkuat.

“Posisi Kubu Raya ini sangat strategis. Kita menjadi daerah penyangga ibu kota provinsi dan memiliki sejumlah objek vital, sehingga pencegahan dan penanganan karhutla harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Dalam upaya mendukung para relawan, pemerintah daerah sebelumnya telah menganggarkan lebih dari Rp270 juta saat penetapan status tanggap darurat. Anggaran tersebut digunakan untuk memberikan dukungan honor bagi para petugas dan relawan pemadam kebakaran.

Sujiwo juga meminta dilakukan inventarisasi peralatan pemadam, baik milik pemerintah, TNI, Polri, maupun damkar swasta. Inventarisasi itu penting agar peralatan yang sudah tidak layak, seperti mesin dan selang pemadam, dapat segera diganti.

“Kita akan segera melakukan inventarisasi peralatan, baik mesin maupun selang pemadam yang sudah tidak layak. Setelah ada datanya, akan kita upayakan agar bisa segera diganti,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah akan berupaya menggandeng berbagai pihak untuk membantu pengadaan peralatan tersebut tanpa harus membebani anggaran daerah. Sujiwo juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

"Kolaborasi yang selama ini sudah terbangun harus terus kita pertahankan. Pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat harus tetap bersatu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menyalurkan paket sembako kepada para relawan pemadam kebakaran sebagai bentuk perhatian dan dukungan, dengan bantuan dari Bank Kalbar. Bantuan itu diharapkan menjadi penyemangat bagi para relawan yang selama ini bekerja di lapangan. (DiskominfoKKR/IKP)