Punya Banyak Manfaat, Sujiwo Komitmen Sukseskan Program MBG
Rabu, 13 Mei 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang mempercayakan Kabupaten Kubu Raya sebagai tuan rumah kegiatan Sosialisasi Sinergi Ekonomi Kerakyatan, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, sosialisasi di aula kantor bupati yang dihadiri Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya itu menepis stigma publik yang kerap menyebut pemerintah daerah hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hadir pada sosialisasi sejumlah kepala daerah dan perwakilan SPPG se-Kalimantan Barat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Badan Gizi Nasional yang menggelar rapat koordinasi melibatkan semua elemen yang terkorelasi di Kabupaten Kubu Raya. Anggapan atau stigma publik bahwa pemerintah daerah tidak dilibatkan memang sebelumnya iya, kita merasa betul-betul hanya jadi penonton. Tapi dengan kehadiran Wakil Kepala BGN, stigma itu terpatahkan. Ini yang membuat kita semangat," kata Sujiwo.
Sujiwo mengungkapkan saat ini Kubu Raya telah memiliki 71 dapur mandiri yang beroperasi dan satu dapur tambahan yang sedang dalam proses tindak lanjut untuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia memastikan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pemerintah khususnya program MBG yang sangat strategis.
"Dengan kehadiran BGN dan semua elemen terkait, kami wajib sukseskan MBG karena ini proyek strategis nasional Bapak Presiden. Jika kita lakukan sesuai standar operasional dan dikawinkan dengan berbagai elemen, ini sangat dahsyat. Bukan hanya soal perbaikan gizi, penurunan stunting, dan peningkatan SDM siswa, tetapi di balik itu ada pergerakan ekonomi luar biasa. Perputaran uang yang masuk ke Kubu Raya cukup besar dan harus kita lokalisir. Jangan sampai uang itu keluar," tutur Sujiwo menegaskan.
Untuk mewujudkan lokalisasi ekonomi tersebut, Sujiwo memaparkan langkah konkret yang akan dilakukan. Kebutuhan menu MBG seperti ikan, daging ayam, daging sapi, telur, sayur-mayur, dan buah akan disediakan secara berkelanjutan oleh petani dan peternak lokal.
"Kita tidak bisa punya semangat melokalisir uang tapi tidak bertanggung jawab menyediakan pasokan secara berkelanjutan. Minggu depan kami lakukan penajaman. Dinas Perikanan harus segera memetakan kebutuhan ikan nila dan lele. Buat kalender tebar benih agar tidak putus. Dinas Pertanian juga harus buat kalender tanam sayur-mayur yang sustainable. Kalau ini terpenuhi, saya yakin dapur-dapur akan mengambil produk petani kita. Kubu Raya sebenarnya penghasil semua komoditas tadi. Maka akan terjadi ekonomi kerakyatan," paparnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menilai sinergi program MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang juga merupakan proyek strategis nasional Presiden Prabowo akan menghasilkan dampak berganda.
"Ujungnya adalah ketahanan pangan dan goal-nya kesejahteraan. Kami bertekad program MBG betul-betul berdampak dengan multiplier effect untuk pergerakan ekonomi," tambahnya.
Di sisi lain, Sujiwo juga mengingatkan oknum-oknum yang lalai dalam menjalankan tanggung jawab.
"Kami ingatkan teman-teman, oknum yang selama ini kurang melaksanakan tanggung jawab. Saya sudah sampaikan kepada Pak Sekda selaku Kasatgas, mesti ada penekanan khusus. Terima kasih juga kepada BGN yang sudah mengambil langkah tegas menutup sementara delapan dapur karena tidak memenuhi persyaratan," pungkas Sujiwo.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya, menjelaskan tujuan kehadirannya terkait program MBG di Kalimantan Barat.
"Alhamdulillah, kami dari Badan Gizi Nasional dengan tim para direktur, kepala biro khusus, datang ke Kalimantan Barat untuk konsolidasi program MBG. Kami apresiasi pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar karena para Kasatgas program MBG tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruhnya adalah kepala daerah. Ini menunjukkan perhatian serius," ujarnya.
Sony menjelaskan bahwa hingga kini di Kalimantan Barat telah terverifikasi 508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebagian besar sudah operasional.
"Telah menyerap 20.381 orang saudara-saudara kita yang berada pada tingkat kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2. Memberikan pelayanan kepada 995.321 penerima manfaat dengan bahan pangan setiap hari yang didatangkan dari dua ribu supplier, mulai dari BUMDes, BUMD, koperasi, hingga UMKM," urainya. (rdw)
 Berita Terbaru
-
Gerakan Bedah Rumah Kubu Raya Libatkan Dermawan
Rabu, 13 Mei 2026 03:20 WIB -
Punya Banyak Manfaat, Sujiwo Komitmen Sukseskan Pr...
Rabu, 13 Mei 2026 09:55 WIB -
Larang Aktivitas Arang Bakau, Pemkab Siapkan Tujuh...
Rabu, 13 Mei 2026 09:12 WIB -
Jaga Alam, Aktivitas Arang Bakau di Batu Ampar Res...
Rabu, 13 Mei 2026 07:35 WIB