Safari Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Sujiwo Tegaskan Kepemimpinan Tanpa Sekat

Senin, 23 Februari 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Kompleks Pondok Indah Lestari, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Senin (23/2/2026). Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Bupati Kubu Raya Sujiwo untuk memperkuat silaturahmi dan ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Sujiwo menghadiri safari Ramadan bersama Sekretaris Daerah Yusran Anizam dan sejumlah kepala perangkat daerah.

“Ini kami Safari Ramadan kita bagi dua. Pak Wakil Bupati ke Batu Ampar dan saya Alhamdulillah di Pondok Indah Lestari, di Masjid Al-Muhajirin ini. Safari Ramadan ini tujuan utamanya adalah merajut tali silaturahmi antara saya dan jajaran dengan masyarakat,” ujar Sujiwo.

Menurut dia, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang membangun kedekatan dan kepercayaan publik. Ia menekankan pentingnya membangun emotional bonding atau ikatan emosional agar program pemerintah lebih mudah dijalankan.

“Harus terbangun ikatan emosionalnya, ngeklik gitu lho. Kalau kami dengan rakyat itu ngeklik, akan lebih mudah dan nyaman ketika ada program yang perlu partisipasi masyarakat,” terangnya.

Sujiwo menegaskan dirinya tidak ingin ada jarak dengan warga. Jabatan, menurutnya, hanyalah amanah sementara.

“Saya ini kan tenaga outsourcing, lima tahun selesai, habis itu jadi orang biasa. Jadi apa yang mau kita sombongkan? Saya enggak ingin ada sekat dengan rakyat sejengkal pun,” ucapnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepercayaan yang diberikan selama satu tahun kepemimpinannya.

“Kepercayaan itu akan kami pegang teguh dengan cara kerja totalitas. Keberhasilan ini bukan kerja saya sendiri, tapi kerja seluruh jajaran yang berjibaku di lapangan,” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada sekretaris daerah, camat, kepala desa, dan seluruh pimpinan perangkat daerah yang dinilai telah mengimbangi ritme kerja kepala daerah.

“Saya melihat luar biasa, semuanya bergerak. Jadi keberhasilan sampai titik ini bukan kerja saya sendiri, tapi kerja teman-teman perangkat daerah yang sudah berjibaku,” katanya.

Sujiwo menegaskan pentingnya kebersamaan dan kekompakan internal pemerintahan sebagai fondasi pelayanan publik.

“Kita jadikan momentum supaya saya, Pak Wabup, Pak Sekda, jajaran pemerintah itu bonding. Harus ada chemistry. Kalau sudah ngeklik, program apa pun akan lebih mudah dijalankan,” kata dia.

Menurut Sujiwo, emotional bonding tidak hanya dibangun dengan masyarakat, tetapi juga dengan instansi vertikal dan unsur Forkopimda. Dia mencontohkan berbagai kegiatan kebersamaan, termasuk festival mancing, sebagai sarana mempererat hubungan.

“Itu punya tujuan supaya kita ngeklik. Jadi bukan sekadar kegiatan seremonial,” jelasnya.

Sujiwo mengingatkan seluruh jajaran agar memegang teguh amanah dan kepercayaan rakyat selama masih menjabat. Ia menyebut jabatan sebagai tanggung jawab yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

“Mumpung Allah masih berikan amanah, mumpung rakyat masih berikan kepercayaan, pegang teguh itu dengan cara mengabdi semaksimal mungkin,” tutupnya. (jek)