Ajak Guru Teladani Ki Hadjar Dewantara, Sujiwo: Pemimpin Tak Harus di Depan
Kamis, 16 April 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengungkapkan harapan besarnya terhadap peran guru dalam mengejar ketertinggalan dunia pendidikan di daerah. Ia menyebut pendidikan masih menjadi sektor yang harus dipacu, dan untuk itu dirinya berjanji akan hadir sesering mungkin guna untuk memberikan motivasi.
"Karena saya mempunyai harapan yang teramat besar terhadap teman-teman guru. Dunia pendidikan kita lumayan tertinggal, ini harus kita pacu. Saya harus hadir sesering mungkin memberikan semangat kepada guru," tegas Bupati Sujiwo saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar Guru Kecamatan Teluk Pakedai dan Kecamatan Kubu di Qubu Resort, Sungai Raya, Kamis (16/4/2026).
Sujiwo menyebut kehadirannya pada halalbihalal para guru adalah bentuk cinta dan atensi di tengah setumpuk agenda kedinasan di hari yang sama
"Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir dan membersamai keluarga besar guru di dua kecamatan, Teluk Pakedai dan Kubu. Hari ini saya ada lima agenda. Semua saya disposisikan, saya hadir di sini sebagai bentuk cinta, atensi saya terhadap guru," ujarnya.
Lebih lanjut Sujiwo menyampaikan pesan kepemimpinan yang ia kutip dari pahlawan nasional di bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara. Ia mengingatkan bahwa setiap guru dan kepala sekolah adalah pemimpin yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
"Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Pegang teguh itu sebagai guidance untuk mengawal pengabdian kita, khususnya di dunia pendidikan," pesannya.
Lebih rinci ia menjelaskan filosofi pendidikan yang ideal menurut Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang berarti di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi.
"Pemimpin tidak harus selalu di depan. Kalau di depan terus, kita tidak tahu ada anak buah yang terjatuh, terluka, perlu uluran tangan. Itu hanya terlihat ketika kita ada di belakang," tuturnya.
Pada kesempatan itu Sujiwo juga menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan perlindungan kepada para guru yang menjalankan tugas dengan baik. Ia bertekad menghentikan segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan perlakuan tidak adil terhadap tenaga pendidik.
"Saya akan membereskan semuanya. Saya akan menjadi orang kuat bagi guru. Selama guru-guru itu melakukan tugasnya dengan baik, tidak ada pelanggaran kode etik, saya pastikan tidak boleh ada guru yang teraniaya," tandasnya.
Momen halalbihalal dimanfaatkan Sujiwo untuk menyampaikan permohonan maaf baik secara pribadi maupun mewakili pemerintah daerah. Ia memohon maaf jika masih belum bisa menjadi pelayan rakyat yang sempurna.
"Saya atas nama pribadi, keluarga, pemerintah, mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, khususnya kepada guru-guru. Saya mohon maaf jika belum bisa menjadi pelayan rakyat yang baik, belum bisa menjalankan amanat Tuhan secara baik. Tapi yakinlah, saya betul-betul ingin mempersembahkan diri saya untuk kemaslahatan dan kemajuan daerah," ucapnya. (rdw)
 Berita Terbaru
-
Tanam Puluhan Ribu Mangrove, Sekda Yusran Ajak Mas...
Sabtu, 18 April 2026 05:53 WIB -
MTQ XII Kubu Raya Masuki Hari Ketiga, 16 Peserta I...
Jumat, 17 April 2026 12:53 WIB -
Prediksi Kemarau Panjang, Pemerintah Siapkan Hujan...
Jumat, 17 April 2026 09:38 WIB -
Menteri LH Sambangi Kubu Raya, Cek Kesiapan Hadapi...
Jumat, 17 April 2026 08:22 WIB