Bupati Muda Kembali Berikan Bantuan Benih Cabai dan Saprodi

Sabtu, 31 Desember 2022 | Kubu Raya

Kubu Raya - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyerahkan bantuan benih cabai dan sarana produksi pertanian (Saprodi) untuk enam desa di Kecamatan Rasau Jaya, Jumat (30/12/2022).

Bantuan diterima Camat Rasau Jaya Sagi di Aula Kantor Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya. Pemberian bantuan benih dan Saprodi dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo terkait upaya pengendalian inflasi daerah. Yakni dalam menyikapi kenaikan harga bahan pangan dan bahan makanan khususnya pada sejumlah komoditas tertentu seperti cabai.

“Ini program yang kita lakukan dalam rangka menyikapi arahan Presiden terkait pengendalian inflasi. Salah satu komponen inflasi yang paling sering berpengaruh adalah terkait dengan komoditas cabai,” tutur Muda Mahendrawan.

Muda melanjutkan, pemberian bantuan sekaligus menjadi upaya pemberdayaan rumah tangga, di mana para orang tua diharapkan dapat mengajak serta anak-anaknya untuk ikut menanam bibit cabai.

“Memberdayakan rumah tangga sendiri sekaligus untuk mendidik anak-anak kita agar bisa mengikuti orang tuanya menanam cabai. Bagi anak-anak kita juga perlu membangun kebiasaan ini agar anak-anak kita mencintai pertanian,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya Heri Supriyanto mengatakan, kegiatan pembagian bibit cabai dan sarana produksi pertanian dilakukan di empat kecamatan. Keempat kecamatan tersebut yakni Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, dan Sungai Ambawang.

“Adapun pembagian kali ini di Kecamatan Rasau Jaya diperuntukkan bagi enam desa yakni Rasau Jaya Umum, Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya Dua, Rasau jaya Tiga, Bintang Mas, dan Pematang Tujuh,” ungkapnya.

Heri merincikan bantuan bibit cabai untuk setiap kecamatan sebanyak 75 sachet atau bungkus. Adapun sarana produksi pertanian berupa polybag sebanyak 30 Kilogram, NPK 310 Kilogram, dan kompos 99 karung.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kubu Raya Rosalina Muda mengatakan jika nantinya cabai telah panen, maka akan dilanjutkan dengan upaya membuat produk olahan dari cabai.

“Kalau nanti sudah panen, kita adakan praktik membuat produk olahan cabai seperti bon cabai ataupun sambal,” ujarnya.

“Jadi kalau sudah panen tidak selesai sampai di situ. Nanti dilanjutkan dengan upaya membuat produk unggulan. Jadi nanti sampai produknya jadi,” tambahnya.

sumber