Bupati Sujiwo Ikut Berjibaku Padamkan Api di Parit Ngabeh
Jumat, 23 Januari 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA - Lebih dari dua jam lamanya Bupati Kubu Raya Sujiwo ikut berjibaku memadamkan kobaran api di areal Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (22/1/2026). Dengan selang di tangan dan lumpur gambut di kaki, Sujiwo bergabung dengan tim pemadam seraya mengingatkan bahwa perang melawan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya soal teknis, melainkan juga soal kehadiran dan kepemimpinan.
“Kita sedang berjibaku karena Kubu Raya lagi ‘diserang’ kebakaran hutan dan lahan. Per hari ini sudah ada 58 titik api. Dan memang langganan, begitu kemarau ya seperti ini,” ujar Sujiwo di sela pemadaman.
Meski begitu, Sujiwo menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah. Menurutnya, ikhtiar dan kehadiran negara di tengah krisis adalah keharusan.
“Kita tidak boleh berpasrah diri. Kita harus berupaya. Saya sebagai pimpinan daerah harus hadir memberikan motivasi dan semangat kepada para relawan yang tidak mengenal siang dan malam,” katanya.
Sujiwo mengungkapkan sejak malam hingga dini hari, proses pemadaman masih terus berlangsung. Ia mengaku sempat memantau langsung kondisi di lapangan pada tengah malam, saat sebagian relawan masih bertahan memadamkan api di lahan gambut yang sulit dijangkau.
“Tadi malam saya memantau, tengah malam pun masih ada yang melakukan pemadaman. Mohon doanya, semoga kebakaran ini bisa kita atasi,” ucapnya.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan-relawan, hingga damkar-damkar swasta.
“Saya akan bersama teman-teman relawan, TNI, Polri, BPBD, damkar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan semua pihak lainnya. Terima kasih sudah luar biasa membantu pemadaman ini,” ucapnya.
Sujiwo juga mengapresiasi khusus kepada jajaran kepolisian. Di lapangan, pembagian sektor dilakukan untuk mempercepat pengendalian api.
“Ini Pak Kapolres luar biasa. Kami bagi tugas, tadi beliau di sektor sana,” kata Sujiwo.
Selain pemadaman, Sujiwo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat musim kemarau masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda akan hujan.
“Kami mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, karena belum ada tanda-tanda kita akan hujan,” tegasnya.
Ia menjelaskan ketersediaan sumber air menjadi faktor krusial dalam pemadaman. Ketika akses sulit dan air terbatas, proses pemadaman menjadi jauh lebih berat.
“Sumber air di sini bagus. Kalau airnya tidak ada, roda empat enggak bisa masuk, roda dua juga enggak bisa, kita akhirnya hanya bisa berpasrah dan memohon pertolongan Tuhan,” sebutnya.
Lebih lanjut Sujiwo menjelaskan Kabupaten Kubu Raya memiliki posisi strategis nasional karena keberadaan Bandara Internasional Supadio. Karena itu, karhutla di wilayah Kubu Raya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Kubu Raya ini jadi atensi karena kita punya objek vital, Bandara Supadio. Kita berupaya supaya jarak pandang tidak turun di bawah 2.000 meter. Kalau 3.000 sampai 5.000 meter, insyaallah penerbangan masih aman,” terangnya.
Ia mengingatkan jika penerbangan terganggu, dampaknya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan masyarakat akibat paparan asap berkepanjangan.
“Kalau terlalu lama, akan menyebabkan ISPA, gangguan pernafasan, bahkan bisa mengganggu pendidikan karena sekolah terpaksa diliburkan,” jelasnya.
Sujiwo menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh upaya pemadaman mendapat dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran.
“Saya bilang ke Pak Kalak BPBD, saya jamin secara pribadi dan sebagai bupati, anggaran akan kita back up. Jangan ragu menurunkan pasukan. Kita hadapi ini bersama,” tegasnya.
Sujiwo mengajak masyarakat terus mendoakan agar karhutla lekas terkendali dan hujan segera turun.
“Kita tidak boleh menyerah. Yakinlah, ketika kita berusaha, Tuhan pasti menolong kita,” ucapnya.
Kapolres Kubu Raya Kadek Ary Mahardika menyatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan penyelidikan awal guna memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Instruksi langsung telah diberikan kepada Kasat Reskrim melalui Polsek Sungai Raya untuk menelusuri kondisi di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Tadi juga saya sudah perintahkan Kasat Reskrim Polsek Sungai Raya untuk melihat di sekitar lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ujar Kapolres Kubu Raya.
Ia menegaskan penyelidikan awal menjadi pintu masuk untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Apabila dari hasil penelusuran ditemukan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan, kepolisian tidak akan ragu meningkatkan proses hukum ke tahap penyelidikan lanjutan.
“Dan apabila dimungkinkan adanya kesengajaan, tentu akan kita tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (jek)
 Berita Terbaru
-
Bupati Sujiwo Ikut Berjibaku Padamkan Api di Parit...
Jumat, 23 Januari 2026 08:15 WIB -
Bupati Sujiwo Tegaskan Gas Melon Bukan untuk Resto...
Jumat, 23 Januari 2026 07:21 WIB -
Titik Api Meningkat, Bupati Sujiwo: Petugas Tak Bo...
Kamis, 22 Januari 2026 08:52 WIB -
Bupati Sujiwo: Harga Gas Melon Jangan Cekik Warga ...
Kamis, 22 Januari 2026 07:47 WIB