Bupati Sujiwo Tetapkan Agenda Keagamaan di Kalender Tahunan Daerah

Sabtu, 28 Maret 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di Kubu Raya. Salah satunya dengan mengagendakan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di dalam kalender tahunan daerah. Untuk umat muslim, ada empat agenda yang akan digelar setiap tahun.

“Empat agenda khusus yang muslim, ada pawai obor, kemudian Gema Idulfitri, Selawat Akbar yang mungkin dilaksanakan di momen Maulid atau Isra Mikraj, lalu menyambut Tahun Baru Islam. Keempatnya sudah positif kita masukkan dalam kalender tahunan,” kata Sujiwo usai menghadiri acara Gema Idulfitri di Bundaran Gaforaya, Sungai Raya, Jumat (27/3/2026) malam.

Sujiwo mengatakan kebijakan serupa juga diterapkan untuk hari-hari besar keagamaan lainnya. Hal itu sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghormati dan menjaga keberagaman.

“Kemudian di agama yang lain kami juga akan agendakan, misalnya Imlek Bersama, Natal Bersama, Waisak Bersama, kemudian Nyepi, dan lain sebagainya. Jadi setiap hari besar keagamaan kita pastikan akan kita masukkan dalam kalender tahunan,” tuturnya.

Lebih lanjut, secara khusus Sujiwo menyinggung keberadaan Bundaran Gaforaya yang kini menjadi mercu tanda atau landmark baru kebanggaan masyarakat Kubu Raya, di mana ia menyilakan seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan ruang publik tersebut secara bijak.

“Gaforaya ini menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Harapan kami silakan dipergunakan semua kalangan agama, semua kalangan etnis. Untuk mengembangkan seni budaya, menampilkan seni budaya, silakan juga dipergunakan,” ucapnya.

Namun, Sujiwo berpesan agar fasilitas publik yang telah disediakan oleh negara itu terus dijaga dan dipelihara. Dirinya mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, etika, dan ketertiban bersama.

“Yang penting pesan saya, tumbuhkan rasa memiliki dan mencintai Bundaran Gaforaya dan Benteng Mangrove ini. Jaga kebersihan, jaga etika, jaga ketertiban, dan lain sebagainya. Karena memang negara, pemerintah, mempersembahkan Bundaran Gaforaya, mempersembahkan Benteng Mangrove ini untuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (rdw)