Cegah Karhutla, Juli Pemerintah Siapkan Hujan Buatan

Jumat, 26 Juni 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA — Tidak cukup dengan selang dan pompa air, pemerintah pusat tengah menyiapkan operasi modifikasi cuaca sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran lahan khususnya di Kabupaten Kubu Raya. Hal itu diungkapkan Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Dasrul Chaniago usai bertemu Bupati Kubu Raya Sujiwo di kantor bupati, Kamis (25/6/2026).

"Insyaallah pertengahan Juli nanti kami bekerja sama dengan BRIN untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan," kata Dasrul.

Menurut Dasrul, Kubu Raya merupakan salah satu daerah prioritas nasional karena masuk dalam wilayah rawan kebakaran lahan dan kabut asap. Ia menjelaskan secara nasional terdapat enam provinsi yang menjadi perhatian utama pengendalian karhutla, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Dari enam provinsi itu, ada 58 kabupaten dan kota yang rawan. Semuanya sudah terpetakan sampai tingkat desa," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengingatkan bahwa langkah teknis dan dukungan peralatan tidak akan berarti apabila masyarakat masih melakukan pembakaran lahan saat musim kemarau.

"Jangan lakukan pembakaran lahan atau aktivitas pembakaran apa pun untuk kepentingan apa pun di situasi kemarau seperti ini," tegas Sujiwo.

Menurutnya, dampak kebakaran lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga merembet ke sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

"Kalau terjadi kabut asap, sekolah bisa diliburkan. Penyakit pernapasan meningkat. Bahkan aktivitas ekonomi bisa terganggu apabila penerbangan sampai ditutup," jelasnya.

Sujiwo mengingatkan kebakaran lahan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

"Dampak kebakaran lahan ini sangat dahsyat. Maka untuk mencegah dan menanggulanginya juga harus dengan cara yang dahsyat dan dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Dengan kombinasi pencegahan di lapangan, penguatan personel, dukungan pemerintah pusat, hingga rencana hujan buatan, Kubu Raya berharap mampu melewati musim kemarau tahun ini tanpa harus kembali dibayangi bencana asap yang merugikan banyak sektor kehidupan. (jek)