Evaluasi KDMP, Wabup Sukir Nilai Prospek Cerah

Kamis, 09 April 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto berharap keberadaan dan kiprah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat sesuai dengan harapan pemerintah pusat. Karena itu, sebanyak 123 KDMP di Kubu Raya mulai menjalani tahap pembinaan intensif.

“Nah, ini tentu nanti dalam pengelolaan keuangannya sudah terlatih, kemudian digitalisasi sudah terlatih,” kata Wakil Bupati Sukiryanto saat membuka Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Kubu Raya di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (9/4/2026).

Sukiryanto optimis KDMP akan sangat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan sedikitnya ada sekitar 7.600 UMKM di Kubu Raya yang akan dikelola KDMP dengan Perumda Aneka Usaha selaku perusahaan induknya.

“Tinggal berkoordinasi nanti KDMP dengan desa, kemudian desa dengan Perumda selaku holding yang resmi, kemudian nanti berjalan apa sih yang harus dikerjakan,” kata Sukiryanto.

Sukiryanto menyebut prospek KDMP sangat baik di mana ke depan jumlah dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kubu Raya juga akan meningkat pesat. Lebih jauh ia berharap nantinya KDMP dapat berkompetisi dengan pelaku-pelaku usaha ritel modern.

“Saat ini terdapat sekitar 73 dapur MBG mandiri dan ke depan akan ada ratusan lagi dapur MBG. Nah, ini yang menjadi pekerjaan dan peluang bisnis bagi KDMP, mulai dari pemenuhan bahan pokok hingga pengolahan hasil usaha desa di desa. Sehingga semua terkoordinir,” jelasnya.

Karena itu, Sukiryanto berpesan kepada para pengurus KDMP agar berkomitmen menghidupkan organisasi.

“Maka saya berpesan kepada pengurus agar menghidupkan organisasi. Harapan kita ketika mindset itu sudah tertanam pada diri pengurus, insyaallah koperasinya akan berjalan,” harap Sukiryanto.

Terkait evaluasi KDMP di Kubu Raya, Sekretaris Daerah Yusran Anizam menjelaskan di dalam rakor pihaknya mengevaluasi apa saja permasalahan yang selama ini dihadapi oleh KDMP.

“Kemudian potensi-potensi apa yang ada dan bisa kita coba kembangkan,” tambah Yusran.

Ia mengungkapkan saat ini telah terdata 36 ribu UMKM di Kubu Raya yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dari target 50 ribu UMKM. KDMP diharapkan bisa menjadi holding atau perusahaan induk yang memayungi ribuan UMKM tersebut.

“Kita coba terus bangun struktur ekonomi, struktur bisnis di Kubu Raya. KDMP bisa hadir, bahkan harapan kita menjadi holding dari UMKM ini, memfasilitasi UMKM ini. Kebutuhannya apa, apakah kebutuhan bahan bakunya, kebutuhan permodalannya, dan lain sebagainya, KDMP bisa hadir. Nah, nanti KDMP juga diholdingi oleh Perumda Aneka Usaha,” tuturnya.

Yusran memberi contoh sektor perikanan yang sudah mulai dipersiapkan. Perumda Aneka Usaha siap bekerja sama dengan produsen pakan ikan untuk menyuplai kebutuhan pakan ikan di Kubu Raya yang mencapai 400 ton per bulan.

“Ini luar biasa. Nah, ini belum sektor-sektor lainnya, sehingga secara potensi kita luar biasa banyak,” ucapnya.

Menyukseskan itu semua, Yusran menekankan pentingnya pembinaan manajemen KDMP yang berkelanjutan. Ia mengatakan pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) telah menyiapkan program-program pembinaan dengan bersinergi bersama akademisi, pelaku usaha, lembaga ekonomi, dan perbankan.

“Oleh karena Pak Bupati sudah mengarahkan, Dinas Koperasi juga siap dengan program-program pembinaan itu. Bekerja sama, bersinergi dengan berbagai pihak, baik akademisi, pelaku usaha, atau lembaga ekonomi lainnya, perbankan, dan lain sebagainya,” tutup Yusran. (rdw)