Juara Umum MTQ, Wabup Sukir: Kesederhanaan Bukan Penghalang Prestasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Di tengah keterbatasan anggaran, Kafilah Kabupaten Kubu Raya mampu menggapai prestasi terbaik pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Dengan doa dan semangat juang yang tinggi, kafilah Kubu Raya berhasil keluar sebagai juara umum MTQ XXXIV. Kubu Raya berhasil menggeser dominasi Kabupaten Mempawah yang sebelumnya menguasai predikat juara umum selama tujuh tahun bertuirut-turut. 

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai hal itu menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu ditentukan besarnya anggaran maupun kemewahan fasilitas, melainkan pada semangat, kekompakan, pembinaan, dan kesungguhan kafilah dalam berlatih. Sukiryanto yang melihat langsung proses persiapan dan perjuangan kafilah sejak awal, menyebut kafilah Kubu Raya menjalani rangkaian MTQ dengan penuh kesederhanaan. Berbeda dengan sejumlah daerah yang memiliki dukungan fasilitas lebih besar.

“Saya melihat langsung bagaimana persiapan hingga pembukaannya. Kalau yang lain itu mungkin pakai charter pesawat, kita pakai kapal motor, kita numpang di rumah masyarakat dengan ala kadarnya. Karena kita terus terang, anggaran kita dipotong,” kata Sukiryanto, Sabtu (8/8/2026).

Ia menyebut kondisi yang dialami kafilah Kubu Raya saat ini berbeda dibandingkan pada MTQ sebelumnya. Jika sebelumnya dukungan anggaran relatif besar, tahun ini anggaran yang tersedia bahkan kurang dari separuh.

“Kalau dulu di Kapuas Hulu kita dengan anggaran yang begitu besar, saat ini hanya dua kali lipat lebih kecil, separuh dari anggaran. Bahkan kurang dari separuh,” tuturnya.

Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi motivasi bagi kafilah untuk memberikan kemampuan terbaiknya. Sukiryanto mengungkapkan saat meninjau kafilah di pemondokan, ia berpesan agar kafilah tetap semangat berlatih, tidak merasa minder dengan kafilah daerah lain, dan memberikan kemampuan terbaik.

“Saya berpesan kepada anak-anak kafilah kita, tolong ini (keterbatasan) menjadi pemecut, menjadi pendongkrak kawan-kawan untuk mempersiapkan diri, berlatih, dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kubu Raya,” ungkapnya.

Menurut Sukiryanto, soliditas sangat terlihat dari kekompakan kafilah, pelatih, dan tim ofisial selama mengikuti rangkaian MTQ. Ia menyaksikan sendiri bagaimana seluruh tim tetap bekerja maksimal meskipun dengan sejumlah keterbatasan fasilitas dan anggaran.

“Alhamdulillah dengan kesederhanaan itu, kafilah menjadi luar biasa. Kita buktikan bahwa tidak selamanya dengan kemewahan dan anggaran besar itu hasilnya maksimal,” ucapnya.

Ia menegaskan keberhasilan Kubu Raya menjadi juara umum MTQ merupakan bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak berprestasi.

“Nyatanya kafilah Kubu Raya membuktikan. Dengan kesederhanaan itu, dengan kekurangan anggaran, dengan tidak minder pada tim daerah lain, Alhamdulillah diberikan kehormatan yaitu menjadi juara satu,” tandasnya.

Sukiryanto mengapresiasi perjuangan seluruh unsur yang terlibat dalam keberhasilan kafilah Kubu Raya. Ia menyampaikan bahwa meskipun untuk kategori pawai mobil hias Kubu Raya tidak berhasil menjadi yang terbaik, namun capaian juara umum menjadi hasil yang jauh lebih membanggakan. Sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut, Kubu Raya menjadi yang terbaik di kategori pawai mobil hias.

“Memang sedikit, di mobil hias kita tidak juara satu lagi, padahal dua tahun kita juara satu. Tapi terbalas, tertebus dengan menjadi juara umum,” katanya.

“Selamat dan saya ucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam pencapaian prestasi ini. Allah memberikan kemudahan kita untuk menjadi juara satu,” pungkasnya. (rdw)