Kemenko PMK Apresiasi Percepatan RSUD TBSI

Jumat, 05 Desember 2025 | Kubu Raya

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI). Kegiatan berlangsung di Ruang Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (5/12/2025).

Rakor ini difokuskan pada tiga agenda utama, yakni perkembangan Quick Wins peningkatan RS Pratama menjadi RS Kelas C, kesiapan operasional RSUD, serta penguatan SDM kesehatan dan kelembagaan rumah sakit.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, dalam laporannya menyampaikan bahwa progres pembangunan fisik RSUD TBSI telah mencapai 81,88 persen per 30 November 2025. Ia memastikan bahwa penyelesaian fisik rumah sakit masih sesuai target dan optimistis rampung 100 persen sebelum akhir tahun 2025.

“Alhamdulillah, pembangunan fisik terus dikejar dan saat ini sudah hampir 82 persen. Kita optimis selesai tepat waktu,” ujarnya.

Yusran juga menjelaskan bahwa sejumlah kendala seperti keterlambatan bahan bangunan telah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk penyedia, Pelindo, serta PLN untuk pemenuhan kebutuhan daya listrik.

Selain itu, sarana vital seperti IPAL, biofilter, gas medis, oksigen, hingga penyediaan air bersih juga telah masuk dalam pengawasan bersama dinas teknis. Setelah fisik selesai, tahap berikutnya yakni pengadaan alat kesehatan akan dilakukan menggunakan kombinasi dukungan DAK, APBD, serta BLUD RSUD.

Dalam sesi wawancara, Yusran memastikan bahwa RSUD TBSI ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Namun ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pemenuhan SDM kesehatan, khususnya dokter spesialis.

“Kita sedang merancang kebutuhan tenaga medis dan non-medis. Atas arahan Pak Bupati, formasi CPNS ke depan akan memprioritaskan kebutuhan untuk RSUD ini,” jelasnya.

RSUD TBSI juga dirancang memiliki layanan unggulan untuk penyakit kanker, jantung, dan stroke. Tiga jenis penyakit yang berdampak besar terhadap kondisi sosial masyarakat. Pemerintah Kabupaten berharap dukungan penuh dari Kemenko PMK dan Kementerian Kesehatan untuk memastikan layanan unggulan tersebut dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Kemenko PMK RI, R. Alfredo Sani Fenat, memberikan apresiasi terhadap komitmen dan capaian Pemkab Kubu Raya.

“Kubu Raya termasuk yang terbaik progresnya. Dari 12 daerah penerima program nasional ini, Kubu Raya berada di papan atas penyelesaian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat akan terus mendukung kebutuhan Kabupaten Kubu Raya, termasuk koordinasi lintas kementerian untuk penguatan listrik, akreditasi, hingga kredensialing BPJS Kesehatan.

“Kami optimis akhir Desember semuanya selesai, dan operasional penuh dapat berjalan pada 2026,” ujarnya.

Rakor ini sekaligus menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan masyarakat Kubu Raya mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih lengkap, modern, dan berstandar nasional. (DiskominfoKKR/IKP)