Lantik Dewas Perumda, Sujiwo: Dewas Bukan Momok

Sabtu, 24 Januari 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo melantik Gunawan Putra sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Tirta Raya periode 2026–2030 dan Uray Emma Yaniaries sebagai Direktur Perusda Aneka Usaha Menanjak Bahagia periode 2026–2031, Jumat (23/1/2026), di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. Dalam sambutannya, Sujiwo mengingatkan keduanya bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada sang pemberi amanah, yaitu Allah.

“Jabatan itu adalah kepercayaan dari negara, dari rakyat, maka pegang teguh amanah dari Tuhan itu,” ujarnya.

Sujiwo menjelaskan perusahaan daerah atau Perusda bisa mengambil peran sebagai mitra UMKM dan mitra pelaku usaha lainnya. Terpenting, Perusda harus bisa memilih core business atau bisnis intinya dengan tepat dan rasional.

“Nah, kalau orbit bisnisnya tepat, kemudian dikelola secara baik, lalu bisa mendapatkan profit dengan baik, bisa membiayai diri sendiri, dan kalau sudah semuanya sukses, itu bisa menyisihkan dividen atau keuntungannya yang akan dibagikan kepada pemerintah,” katanya.

Sujiwo mengatakan Kabupaten Kubu Raya saat ini telah memiliki dua badan usaha, yakni Perusda Aneka Usaha dan Perumda Air Minum Tirta Raya.

“Perumda sudah lumayan sehat. bahkan kemarin direktur menyisihkan dividen tapi saya bilang tidak usah dulu, kalian gunakan untuk upgrade kepentingan-kepentingan perumda itu sendiri,” ujarnya.

Terkait pelantikan Dewan Pengawas Perumda, Sujiwo meminta agar Perumda menjadikan dewan pengawas sebagai mitra, bukan sebagai momok.

“Pesan saya, Saudara Dewan Pengawas harus melakukan pekerjaannya secara profesional, lakukan pengawasan secara maksimal, baik manajerialnya, baik operasionalnya, baik pengelolaan keuangannya, baik pengelolaan asetnya, dan lain sebagainya,” pintanya.

Sujiwo meminta manajemen Perusda Aneka Usaha maupun Perumda Tirta Raya untuk memegang teguh prinsip-prinsip ekonomi.

“Karena namanya perusahaan ini kata dasarnya usaha, pasti nyari profit, nyari keuntungan. Tetapi khusus untuk Tirta Raya, karena yang diurus adalah air bersih, menyangkut kepentingan khalayak umum, khalayak ramai, kepentingan orang ramai, maka di situ masih ada yang namanya aspek sosial. Walaupun mengejar profit, tapi aspek sosialnya harus diperhatikan,” pesannya. (sym)