Lantik Lima Pejabat Eselon II, Sujiwo Minta Aktif Turun ke Lapangan

Selasa, 17 Maret 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara vertikal maupun horizontal. Hal itu disampaikan Bupati Sujiwo saat mengukuhkan, melantik, dan mengambil sumpah/janji jabatan enam pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Selasa (17/3/2026), di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.  

"Saya selalu mengingatkan bahwasannya jabatan itu adalah amanah dari Tuhan dan jabatan itu juga merupakan kepercayaan dari negara. Maka pesan saya kepada para pejabat yang baru saja dilantik, pegang teguh, laksanakan dengan sebaik-baiknya amanah dari Tuhan dan juga kepercayaan dari rakyat ini," tegas Sujiwo.

Sujiwo mengingatkan tantangan berat yang akan dihadapi para pejabat baru, terutama di tengah kondisi fiskal nasional yang sedang tidak stabil akibat dinamika geopolitik global. Ia menginstruksikan para pejabat agar bekerja keras, totalitas, responsif, dan adaptif dalam menjalankan program-program prioritas daerah.

"Di hadapan kita ada bentangan dan hamparan persoalan dan permasalahan yang begitu berat. Ketika bangsa Indonesia juga sedang menghadapi kondisi fiskal yang tidak terlalu sehat, belum lagi dampak perang Iran, Amerika, dan Israel, ini kan berdampak juga kepada fiskal nasional. Ketika fiskal nasional berdampak, maka berdampak juga kepada fiskal daerah," jelasnya.

Oleh karena itu, Sujiwo juga meminta para pejabat untuk lebih sering turun ke lapangan. Menurutnya, persoalan riil seperti di bidang pendidikan, pertanian, perikanan, dan infrastruktur hanya bisa diidentifikasi dengan baik jika pejabat hadir di tengah masyarakat.

"Pendidikan, masalah pertanian, masalah perikanan. Kenapa? Karena persoalan dan permasalahan perangkat daerah dan unit pelaksana teknisnya itu ada di lapangan. Ketika melihat kondisi sekolah misalnya, kalau kita tidak langsung ke lapangan, kita tidak tahu kondisi sekolah," paparnya.

Ia mencontohkan temuan di Kecamatan Sungai Ambawang, di mana terdapat empat sekolah dengan jarak yang berdekatan dan jumlah murid di bawah seratus orang per sekolah.

"Nah, itu kan kita temukan di lapangan. Begitu juga misalnya pertanian. Kita melihat ada kelompok-kelompok tani yang sekarang sudah terabaikan, tidak keurus, itu ketemunya di lapangan," imbuhnya.

Terkait pengukuhan dan pelantikan pejabat, Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan bahwa pelantikan merupakan hasil dari mekanisme open bidding atau seleksi terbuka yang telah melalui rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Hari ini tadi sudah dilantik, dikukuhkan melalui Pak Bupati untuk lima dinas yang kemarin melalui proses open bidding. Sudah direkomendasikan juga oleh BKN. Alhamdulillah prosesnya mulai dari awal pengumuman sampai dengan ke sini lancar," ujar Yusran.

Ia menjelaskan awalnya terdapat enam formasi yang dilelang. Namun, satu di antaranya gagal dilanjutkan karena hanya ada satu peserta yang lolos administrasi. Adapun satu pejabat dikukuhkan yakni Inspektur Daerah.

"Ini akan kita ulang lagi, insyaallah dalam waktu dekat. Bersama ada dua jabatan tinggi pratama lagi yang kita lelang, jadi tiga (jabatan)," terangnya.

Usai pelantikan, Yusran memastikan akan segera melakukan konsolidasi dengan seluruh kepala perangkat daerah untuk menyelaraskan program kerja dengan visi-misi "Melaju" dan arahan bupati untuk lebih fokus pada penyelesaian masalah di lapangan.

"Selanjutnya setelah dikukuhkan, kita akan lakukan konsolidasi dengan perangkat daerah, insyaallah sesuai dengan arahan Pak Bupati untuk mewujudkan visi-misi ‘Melaju’ ini. Dengan segala permasalahan di lapangan, ini coba kita konsolidasikan," pungkasnya. (rdw)