Masifkan Pembinaan, LPTQ Bidik Bibit Qari hingga Pelosok Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA — Kemenangan Kabupaten Kubu Raya pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi momentum bagi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk memperluas pembinaan qari dan qariah hingga ke tingkat desa. Ketua LPTQ Kubu Raya Yusran Anizam menegaskan, mempertahankan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kader yang sudah matang, tetapi harus dimulai dari pencarian bibit baru di akar rumput. Demikian disampaikan Yusran Anizam usai penutupan MTQ di Pelataran Pantai Pulau Datok, Sukadana Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026) malam.

Yusran mengucap syukur atas capaian tersebut. Menurut dia, prestasi itu tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Pertama tentu Alhamdulillah. Ini ridha Allah. Setelah lebih kurang sepuluh tahun ini, Kubu Raya berhasil menjadi juara umum," ujar Yusran.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Mulai dari dukungan Bupati Kubu Raya, para qari dan qariah, pelatih, pembina, jajaran LPTQ, hingga masyarakat yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan tilawatil Qur’an di Kubu Raya. Menurut Yusran, capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya mencetak kader secara berkelanjutan. Karena itu, LPTQ tidak ingin pembinaan berhenti setelah keberhasilan meraih juara umum.

"Ke depan, sesuai dengan semangat dari Pak Bupati, dari para qari-qariah kita, pelatih, pembina, rekan-rekan LPTQ, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini memberikan support dan perhatian, kita terus mengembangkan tilawatil Qur’an di Kubu Raya sehingga mencetak kader-kader," katanya.

Yusran menjelaskan salah satu strategi yang akan dilakukan adalah memperkuat pembinaan dari tingkat kecamatan hingga desa. LPTQ kecamatan akan didorong lebih proaktif melakukan pembinaan sekaligus penjaringan bibit-bibit baru.

"Kita dorong LPTQ kecamatan untuk proaktif melakukan pembinaan dan seleksi di bawah, termasuk di desa-desa. Kita imbau untuk memasifkan tilawatil Qur’an ini. Dari sana nanti akan kelihatan kader-kader," sebutnya.

Sementara para qari dan qariah yang telah berhasil mengukir prestasi, kata dia, akan tetap mendapatkan pembinaan secara intensif. Program tersebut akan diperkuat melalui pelatihan dan pemusatan pembinaan atau training center (TC). Ia menambahkan, proses seleksi wajib secara objektif. Para peserta yang terpilih kemudian akan mendapatkan pembinaan secara lebih intensif sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat provinsi.

"Pertama kita tetap masifkan ini, seleksinya benar-benar kita seobjektif mungkin, kemudian kita mantapkan di pelatihan, di TC-nya. Intens pembinaan di masyarakat juga kita dorong," katanya.

Meski demikian, Yusran menegaskan LPTQ Kubu Raya tidak ingin terjebak dalam ambisi mempertahankan gelar dengan memasang target secara berlebihan. Baginya, ikhtiar maksimal harus berjalan beriringan dengan sikap tawakal. Berbagai strategi pembinaan yang telah dilakukan daerah lain, menurutnya, akan dipelajari dan diadopsi sepanjang memberikan manfaat bagi pengembangan prestasi Kubu Raya.

"Trik-trik apa yang selama ini daerah lain lakukan, kita coba adopsi yang terbaik. Selebihnya kita serahkan, qadarullah, takdir Allah tentunya. Insyaallah di tengah kepasrahan itu Allah akan memberikan yang terbaik," ucap Yusran. (jek)