Pemkab Dorong KDMP Kembangkan Usaha Peternakan
Selasa, 18 November 2025 | Kubu Raya
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Dangau pada Selasa (18/11/2025) ini diikuti oleh 73 Koperasi Desa Merah Putih dari berbagai kecamatan. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengurus koperasi menjadi bagian penting dari strategi daerah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa serta mendukung penyelenggaraan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Yusran memaparkan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk program MBG sangat besar, khususnya telur dan daging ayam. Karena itu, ia mendorong koperasi desa untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan usaha peternakan yang terukur dan dikelola secara profesional.
Dalam wawancaranya, Yusran menyampaikan rencana konkret yang tengah disiapkan. Ia kemudian menjelaskan proyeksi kebutuhan telur dan daging ayam untuk mendukung 200 ribu penerima manfaat MBG. Menurut perhitungannya, setiap dua hari diperlukan sekitar 100 ribu butir telur, yang berarti dibutuhkan tidak kurang dari 100 ribu ekor ayam petelur jika ingin pasokan stabil.
“Kalau dibagi ke 123 koperasi, rata-rata setiap koperasi perlu memelihara sekitar seribu ekor ayam petelur. Dengan harga telur Rp2.000 per butir dan margin 20 persen, koperasi berpotensi memperoleh pendapatan hingga Rp400 ribu per hari hanya dari telur,” jelasnya.
Tidak hanya telur, kebutuhan daging ayam juga sangat besar. Dengan asumsi setiap dua hari dibutuhkan 20 ribu ekor ayam untuk pemenuhan menu MBG, maka dalam satu bulan diperlukan sekitar 300 ribu ekor ayam pedaging yang harus diternakkan secara berkelanjutan. Perhitungan tersebut, lanjut Yusran, memberikan peluang ekonomi besar bagi koperasi desa.
“Jika setiap koperasi memelihara 3.000 ekor ayam pedaging, marginnya bisa mencapai Rp18 juta per bulan atau sekitar Rp200 juta per tahun. Kalau anggotanya 20 orang, SHU-nya pun sangat layak. Ini peluang nyata, bukan teori,” tegasnya.
Yusran menekankan bahwa modal bukan lagi menjadi kendala utama karena lembaga keuangan saat ini justru membutuhkan mitra usaha yang jelas dan feasible. Ia meminta pengurus koperasi untuk fokus pada perencanaan bisnis yang realistis.
“Kita sudah bicara dengan OJK, Bank Indonesia, dan bank himbara. Mereka siap membantu. Yang penting bisnisnya terlihat dan terukur. Jangan sampai masih ada koperasi yang bilang kekurangan modal,” katanya.
Di akhir penyampaian, Yusran menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya siap memfasilitasi koperasi desa dalam penguatan usaha produktif, terutama yang terhubung dengan program nasional MBG.(DiskominfoKKR/IKP)
 Berita Terbaru
-
Bupati Sujiwo Lantik Pimpinan Dua Perumda
Jumat, 23 Januari 2026 04:29 WIB -
Punya “Rumah” Sendiri, Wabup Sukir Dorong IPHI...
Jumat, 23 Januari 2026 04:12 WIB -
Karhutla Dekat Permukiman, Sujiwo Minta Usut
Jumat, 23 Januari 2026 03:41 WIB -
Karhutla Meluas, Bupati Sujiwo Turun Lapangan
Jumat, 23 Januari 2026 10:22 WIB