Perkuat Disiplin ASN dengan E-Adipati

Senin, 04 Mei 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Memperkuat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meluncurkan aplikasi presensi digital E-Adipati. Peluncuran aplikasi khusus pendidik dan tenaga kependidikan itu dilakukan Bupati Kubu Raya Sujiwo usai Upacara Hari Pendidikan Nasional di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (4/5/2026). Hadir menyaksikan peluncuran Wakil Bupati Sukiryanto dan Sekretaris Daerah Yusran Anizam.

Bupati Sujiwo menegaskan E-Adipati bukan sekadar aplikasi absensi elektronik, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja ASN menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan modern.

“Seiring diberlakukannya PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN, disiplin bagi guru dan tenaga kependidikan adalah kemutlakan dan tidak bisa ditawar-tawar,” tegas Sujiwo.

Menurutnya, disiplin adalah fondasi utama dalam membangun aparatur yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik. Karena itu, kehadiran teknologi seperti E-Adipati diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus membangun kesadaran ASN dalam menjalankan tugas.

“Tanpa disiplin, sehebat apa pun sistem yang kita miliki tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Sujiwo mengatakan penerapan E-Adipati adalah langkah konkret Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menciptakan sistem kerja yang objektif, transparan, dan akuntabel. Melalui aplikasi tersebut, kehadiran ASN dapat dipantau secara riil sehingga meminimalkan praktik-praktik yang tidak mencerminkan kedisiplinan.

“Aplikasi ini tidak hanya memudahkan pencatatan kehadiran, tetapi juga menjadi alat kontrol yang objektif, transparan, dan akuntabel,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan aplikasi tersebut mampu mendorong perubahan pola pikir ASN, khususnya tenaga pendidik, agar tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga menghadirkan kualitas kerja dan dedikasi dalam pelayanan pendidikan.

“Kita ingin membangun ASN yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dengan kinerja, dedikasi, dan komitmen dalam melayani masyarakat,” ucapnya.

Sujiwo mengingatkan disiplin sejati lahir dari kesadaran, bukan semata karena pengawasan sistem digital. Karena itu, ia mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan menjadikan E-Adipati sebagai sarana memperkuat integritas pribadi.

“Disiplin bukan karena diawasi, tetapi karena kesadaran dan tanggung jawab sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat,” pesannya. (jek)