Safari Ramadan di Desa Puguk, Wabup Sukir Beri Solusi Sejumlah Masalah
Senin, 09 Maret 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan safari Ramadan pemerintah daerah di seluruh kecamatan menjadi momentum untuk melihat langsung persoalan masyarakat di lapangan. Seperti di Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, di mana masih terjadi kelangkaan elpiji, tingginya harga bahan pokok, kondisi jalan yang memprihatinkan, hingga Hak Guna usaha (HGU) yang tumpang tindih dengan lahan warga.
“Terutama kelangkaan dan harga elpiji, bahan pokok, kemudian jalan,dan masih banyak HGU yang tertimpa dengan lahan masyarakat. Ini tentu menjadi PR kami,” ujar Sukiryanto saat menghadiri safari Ramadan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum 1, Dusun Meranti, Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, Minggu (8/3/2026).
Terkait elpiji, Sukiryanto langsung meminta aparat kecamatan hingga unsur TNI-Polri di tingkat wilayah untuk menelusuri rantai distribusi yang menyebabkan harga melonjak.
“Kalau elpiji, saya sudah minta tolong kepada pihak kecamatan, pihak desa, Danramil, kemudian Kapolsek untuk mencari alurnya di mana, kok harga bisa lebih tinggi dari rata-rata,” ucapnya.
Mengenai HGU dan lahan warga, Sukiryanto berharap kehadiran pemerintah daerah secara langsung dapat membuka jalan penyelesaian berbagai persoalan tersebut melalui mediasi dengan pihak-pihak terkait.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran kami ke sini dapat memberikan jalan pemecahan untuk mediasi ke depan,” katanya.
Lebih lanjut Sukiryanto berharap agar lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Terpenting menurutnya, pondok pesantren harus terlebih dahulu mengurus legalitas kelembagaan agar memudahkan akses bantuan dari pemerintah.
“Mudah-mudahan pondok pesantren ini bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kemudian membuat izin-izin dan terdaftar di Kemenkumham agar nanti apabila ada yang urgen bisa mengajukan bantuan ke pemerintah daerah,” tuturnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para santri agar tidak berkecil hati karena bersekolah di pesantren. Berdasarkan pengalaman pribadi, ia telah membuktikan bahwa pendidikan agama dapat menjadi bekal kuat untuk berkiprah di berbagai bidang.
“Jangan pernah merasa kecil hati karena kita sekolah di pesantren. Saya juga santri dari ibtidaiyah, tsanawiyah, PGA, sampai IAIN. Tapi pernah juga menjadi Ketua LMPI Indonesia,” ungkapnya.
Sukiryanto menegaskan para santri justru memiliki peluang besar karena memperoleh bekal ilmu yang tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga akhirat.
“Kalau bisa kita justru harus lebih, karena yang kita dapatkan adalah bekal di dunia dan akhirat,” katanya. (jek)
 Berita Terbaru
-
Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Bahas Mandatory Spen...
Selasa, 10 Maret 2026 01:10 WIB -
Safari di Rasau Jaya, Sekda Yusran Serahkan Bantua...
Senin, 09 Maret 2026 10:29 WIB -
Bupati Sujiwo Lantik Duta Pancasila Paskibraka Ind...
Senin, 09 Maret 2026 07:43 WIB -
Bupati Sujiwo Bagikan Ratusan Sembako untuk Petuga...
Senin, 09 Maret 2026 07:09 WIB