Titik Api Meningkat, Bupati Sujiwo: Petugas Tak Boleh Kekurangan Logistik

Kamis, 22 Januari 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring melonjaknya jumlah titik api. Bupati Kubu Raya Sujiwo memastikan dukungan anggaran dan perlindungan bagi para petugas di lapangan. Hal itu sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani karhutla. 

Sujiwo mengungkapkan pemerintah kabupaten telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 14 Januari 2026. Penetapan status ditindaklanjuti dengan apel kesiapsiagaan sebagai langkah awal memperkuat upaya mitigasi.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk melakukan upaya preventif, upaya pencegahan, sekaligus upaya penanggulangan,” ujar Sujiwo saat menyampaikan pernyataan terkait karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1/2026), di Sungai Raya.

Sujiwo menjelaskan kondisi karhutla saat ini menunjukkan tren peningkatan yang harus diwaspadai. Dari sebelumnya 20 titik api, kini jumlahnya meningkat menjadi 58 titik yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Saya sudah instruksikan kepada Kepala Pelaksana BPBD beserta seluruh jajaran untuk menjadi komandan yang andal, terpadu, dan mampu membangun kolaborasi,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia meminta BPBD bekerja sama secara intensif dengan TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga damkar-damkar swasta.

“Kita harus berkolaborasi, berbagi tugas, dan saling menguatkan di lapangan,” katanya.

Terkait dukungan anggaran, Sujiwo memastikan pemerintah daerah tidak akan setengah-setengah. Dirinya menegaskan seluruh kebutuhan penanganan karhutla akan didukung penuh. Termasuk kebutuhan logistik dan operasional petugas.

“Untuk anggaran, 100 persen saya akan back up baik secara pribadi maupun secara kedinasan. Saya tidak ingin mendengar ada para patriot, para pahlawan yang sampai subuh memadamkan api, lalu telantar,” ucap Sujiwo tegas.

Ia menyatakan kebutuhan makan, minum, hingga bahan bakar minyak (BBM) bagi petugas akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Bahkan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan pemberian honor untuk para petugas pemadam.

“Saya sedang berpikir bagaimana memberikan honor kepada mereka. Ini akan saya diskusikan dengan Pak Sekda dan Pak Gunawan selaku Kepala BPKAD,” ungkapnya.

Sujiwo menekankan dirinya telah menginstruksikan Kepala BPBD untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk kesiapan menghadapi konsekuensi dan implikasi anggaran.

“Untuk hal ini, saya akan bertanggung jawab penuh, baik sebagai bupati maupun sebagai pribadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, selain penanganan di lapangan, Sujiwo juga menekankan pentingnya perlindungan kesehatan masyarakat. Ia menyebut pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Warga juga diminta menggunakan masker.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutur Sujiwo mengingatkan. (jek)