Pembangunan Gereja Dimulai, Sujiwo Tegaskan Komitmen Persatuan

Kamis, 06 Agustus 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA — Bupati Kubu Raya Sujiwo meletakkan batu pertama pembangunan Gereja St. Petrus dan Paulus di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (6/8/2026). Sempat diwarnai polemik di awal rencana pembangunannya, Sujiwo mengucap syukur karena semua persoalan akhirnya dapat diselesaikan bersama.

“Tentunya saya secara pribadi maupun sebagai bupati menjadi orang yang turut berbahagia pada hari ini karena dengan proses yang cukup panjang, dengan dinamika yang tinggi, pada akhirnya hari ini kita bisa melakukan prosesi untuk meletakkan batu pertama gereja," ucap Sujiwo.

Sujiwo menegaskan kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kepala daerah yang bersumpah memegang teguh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Di mana disebutkan bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Itu yang saya pegang teguh," tandasnya.

Ia juga menekankan bahwa di antara tugasnya sebagai kepala daerah adalah meluruskan jika ada perilaku warga yang menyimpang dari konstitusi.

"Wajib hukumnya saya untuk meluruskan. Umat apapun, etnis apapun, ketika saya melakukan pembiaran, maka saya telah melanggar sumpah saya," ujarnya.

Menurut Sujiwo, modal utama membangun bangsa bukan anggaran besar, melainkan persatuan.

"Modal utamanya adalah persatuan dan kesatuan. Baik lintas agama, baik lintas etnis, baik lintas ras, baik lintas kelompok, baik lintas golongan," tuturnya.

Sujiwo menyatakan akan mengawal pembangunan gereja hingga selesai. Ia juga berjanji untuk membantu pembangunan gereja.

"Saya akan undang panitia pembangunan, pastor, akan saya pertemukan dengan Kabag Kesra. Kita akan partisipasi untuk membantu pembangunan ini. Dan saya secara pribadi juga akan ikut membantu," katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus juga akan membantu. Dirinya menyebut telah berkomunikasi dengan Lasarus yang menyatakan kesiapan untuk membantu pembangunan gereja. Sujiwo kemudian mencontohkan semangat gotong royong yang selama ini diterapkan di Kubu Raya. Di antaranya pembangunan Bundaran Gaforaya senilai lebih dari Rp5 miliar tanpa menggunakan anggaran APBD.

"Apalagi ini membangun rumah Tuhan. Rumah yang suci. Rumah yang mulia. Artinya pasti Tuhan akan ngasih jalan," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo menanggapi keluhan warga terkait akses jalan menuju gereja. Ia meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Bappeda Litbang untuk langsung meninjau lokasi bersama kepala desa.

"Sebelum aksesnya terbangun, saya akan bertanggung jawab sebagai bupati kalau jalan kompleks ini rusak. Baik rusak ringan, sedang, maupun berat, tanggung jawabnya pemerintah," jelasnya.

Ia merinci jika pembebasan lahan sudah tuntas, maka pada perubahan anggaran tahun ini bantuan bisa dianggarkan secara bertahap. Jika belum, maka tahun depan fokus untuk menyelesaikan pembebasan lahan terlebih dahulu.

"Ini biar terang benderang," pungkasnya. (sym)