Peringatan Hari Jadi Pemprov, Wabup Sukir Minta ASN Tak Lupa Sejarah

Rabu, 28 Januari 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA — Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya berlangsung khidmat. Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan bahwa peringatan hari jadi Kalimantan Barat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk menanamkan kembali semangat perjuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai generasi penerus pembangunan daerah. Ia menilai upacara peringatan menjadi sarana untuk memberikan wawasan sekaligus penguatan nilai historis kepada ASN agar tetap fokus melanjutkan perjuangan para pendahulu. 

“Menghargai sejarah adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara,” ujarnya.

“Ini penting bagi kita untuk melaksanakan apel sekaligus memberikan wawasan kepada ASN agar ke depan tetap fokus bahwa kita ini adalah penerus. Ketika kita tidak memperingati, ketika kita melupakan apa yang diperjuangkan oleh pendahulu kita, berarti kita bukan warga negara Indonesia yang baik,” lanjutnya menegaskan.

Sukiryanto mengatakan peringatan hari jadi menjadi bukti bahwa generasi saat ini masih mengenang dan menghargai perjuangan para pendiri daerah. Ia menekankan bahwa perjuangan tersebut bertujuan menghadirkan Kalimantan Barat yang mampu eksis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa kita masih mengenang, masih mengingat, dan masih menghargai bentuk perjuangan untuk menciptakan Kalimantan Barat agar tetap ada dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Barat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sukiryanto berharap ke depan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat. Terutama dalam mendukung pembangunan Kalimantan Barat dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini menjadi momok.

“Harapan ke depan, ini terus kita tingkatkan. Pembangunan Kalimantan Barat harus kita dukung bersama, apalagi menghadapi karhutla. Kita harus bahu-membahu untuk menghadapinya,” pungkas Sukiryanto. (jek)