Musrenbang Kakap, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Sorotan

Kamis, 29 Januari 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya fokus menuntaskan pembangunan khususnya di sektor infrastruktur. Hal itu sejalan dengan ketentuan mandatory spending atau belanja wajib pemerintah daerah yang menetapkan batas minimal belanja infrastruktur sebesar 40 persen dari total APBD di luar dana transfer ke desa.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini kita sudah mencapai 38 persen. Artinya, mandatory spending dari pemerintah pusat sudah hampir kita penuhi,” kata Bupati Sujiwo saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sungai Kakap di Aula Sebaguna Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (28/1/2026). 

Sujiwo menuturkan bahwa fokus pada infrastruktur juga merupakan respons atas aspirasi masyarakat. Ia mengungkap hasil survei yang menunjukkan sebanyak 53 persen masyarakat Kubu Raya menginginkan percepatan penuntasan masalah infrastruktur. Secara khusus, Sujiwo menerangkan sejumlah pembangunan yang akan masuk ke Kecamatan Sungai Kakap di tahun 2026. Di antaranya pengerjaan turap, pembangunan daerah irigasi, pintu air, dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Kalau ditotal, bisa mencapai sekitar Rp300 miliar lebih yang masuk ke sini. Yang kita MoU-kan saja untuk air bersih sekitar Rp280 miliar, ditambah Rp 91 miliar untuk turap dan Dana Alokasi Umum,” paparnya.

“Artinya, tahun ini Kecamatan Sungai Kakap akan mengalami perubahan. Kita akan potret dan capture di akhir tahun 2026, akan ada perubahan signifikan,” imbuhnya.

Di luar infrastruktur, Sujiwo memberikan atensi penuh pada sektor kesehatan dan pendidikan. Ia lantas menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Kubu Raya.

“Mohon berikan pelayanan dengan setulus-tulusnya, terutama kepada rakyat yang tidak mampu,” ucapnya. 

“Saya tidak ingin ada rakyat miskin meregang nyawa karena ketiadaan biaya. Demi Allah, negara harus hadir. Jika negara tidak mampu, secara pribadi saya akan bertanggung jawab. Jangan pernah takut masalah dana,” lanjutnya.

Pada sektor pendidikan, Sujiwo mengakui hampir 60 persen kondisi bangunan SD dan SMP di Kubu Raya mengalami rusak berat dan sedang. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten berencana memulai rehabilitasi besar-besaran pada tahun depan. 

“Masa depan bangsa ini tergantung dunia pendidikannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, sebagai daerah lumbung pangan dan wilayah pesisir, Sujiwo berjanji untuk membangkitkan kembali sektor pertanian dan perikanan di Kecamatan Sungai Kakap. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan segera melakukan open bidding atau lelang jabatan untuk mengisi posisi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan secara definitif agar program-program dapat segera berjalan maksimal.

“Supaya mereka bisa langsung tancap gas,” sebutnya. (rdw)